Anggara Hans Prawira, CEO Alfamart. Inovasi merupakan salah satu nilai utama yang dimiliki PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Alfamart. Dari awal berdiri, pengelola jaringan ritel minimarket Alfamart percaya bahwa inovasi harus ada di setiap anggota keluarga besar Alfamart. Inovasi juga untuk membedakan Alfamart dari kompetitor. Tak hanya itu, inovasi telah menjadi value dasar sehingga semua orang berkewajiban menyampaikan ide untuk perbaikan. “Inovasi bagi saya bukan cuma tentang menemukan hal-hal besar, tetapi juga hal-hal kecil, seperti misalnya memperbaiki proses bisnis dan memunculkan ide-ide baru untuk memberikan solusi. Improvement yang kecil-kecil ini kami anggap juga sebagai inovasi. Saya pikir, inovasi harus ada di setiap diri insan Alfamart,” ungkap Anggara Hans Prawira, CEO Alfamart. Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa inovasi signifikan yang telah diluncurkannya. Pertama, Alfagift, yang ada sejak 2015. Awalnya, ini merupakan customer relationship management CRM, yang memungkinkan member anggota bisa melihat benefit dan redeem menukarkan hadiah. Saat awal, member menggunakan kartu yang diberi nama Kartu Aku. Namun, lama-lama mereka sudah tidak membawa kartu lagi karena lebih suka membawa ponsel. “Kami pun membangun Apps untuk member agar relevan dengan zaman,” ujar Hans, panggilan keseharian Anggara Hans Prawira. Seiring berjalannya waktu, pada 2019, pihaknya melihat Alfamart memiliki consumer base yang besar dan member-nya saat itu sekitar 5 juta. Pihaknya pun ingin membangun sebuah teknologi yang tidak hanya sebagai CRM, tetapi juga kegiatan transaksional. “Kami ingin aplikasi tersebut memungkinkan pelanggan bisa order dari sana,” ujarnya. Namun, pada 2019 sampai awal 2020 atau saat masih dalam masa percobaan, tiba-tiba terjadi pandemi Covid-19 dan orang lebih banyak berbelanja dari rumah. Sehingga, Alfamart mendorong Alfagift sebagai platform untuk berbelanja online. Jadi, Alfagift adalah omnichannel yang memfasilitasi pembelian offline dan online. “Kami tidak mau antara online dan offline menjadi kontradiksi. Artinya, kami tidak membedakan diskon dan harga antara offline dan online. Itulah yang membedakan kami. Sambutan konsumen pada Alfagift ini sangat luar biasa karena orang senang belanjaannya dikirim dalam waktu singkat,” katanya. Kecepatan itu bisa terjadi karena Alfamart tidak mengirim barang dari gudang, tetapi dari gerai Alfamart yang paling dekat dengan lokasi konsumen. Rata-rata pengirimannya butuh waktu 23-27 menit. Alfamart juga membekali Alfagift dengan teknologi yang bisa mencatat shopping list barang yang biasa dibeli pengguna sehingga konsumen tidak perlu repot-repot lagi mencari belanjaan yang ingin dibeli di hari selanjutnya. Teknologi tersebut membuat aktivitas berbelanja menjadi lebih cepat dan mudah. “Ini adalah inovasi yang menggabungkan platform CRM kami dengan transaksi online, di mana kami memiliki data yang jelas dan lebih mengerti konsumen. Data tersebut kami olah agar nantinya bisa memberikan penawaran yang relevan kepada konsumen,” Hans menjelaskan. Seberapa besar pengaruh inovasi Alfagift ini terhadap bisnis? “Cukup signifikan, karena 40% kontribusi bisnis kami berasal dari member. Selama pandemi, member tumbuh di atas 20%. Sementara non-member angkanya minus. Ini mengindikasikan konsumen loyal kamilah yang membantu bisnis kami, karena kami memberikan penawaran yang lebih relevan melalui pengelolaan big data analytics,” katanya. Inovasi kedua adalah Alfa X, yang menyediakan ruang untuk meeting, co-working space. Konsumen pun bisa memesan makanan dan mendengarkan live music. Konsep yang ditawarkan di Alfa X ini sangat berbeda dengan konsep Alfamart pada umumnya, mulai dari tempat duduknya yang sangat kekinian hingga desain yang sangat berbeda. Saat ini, Alfa X tersebar di Jabodetabek, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Ketika awal diluncurkan, terjadi pandemi dan belum membuahkan hasil yang maksimal. “Namun, setelah pandemi ini, progresnya bagus dan rencananya kami akan melakukan ekspansi ke lokasi-lokasi lain. Sampai saat ini, tim yang mengonsepkan proyek ini masih aktif,” Hans mengungkapkan. Pada saat pembuatan Alfa X, pihaknya menunjuk tujuh anak muda dari perwakilan divisi yang berbeda-beda, yang disebut sebagai think thank atau pengagas, untuk membuat proyek Alfa dengan format baru. Targetnya adalah anak kuliah, karena pihaknya melihat anak muda sebagai segmen yang memainkan peran di masa depan. Tim tersebut melakukan survei serta mengonsepkan ide yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. “Kami, BoD yang lebih senior, pada saat itu hanya memberikan masukan dan selebihnya mereka yang menjalankan proyek tersebut,” ujar Hans yang resmi bergabung di Alfamart sejak April 2001 dengan posisi sebagai direktur keuangan CFO. Dalam proyek ini, Alfamart juga menyelenggarakan kompetisi desain yang melibatkan mahasiswa di kampus-kampus. Desain yang menjadi pemenang dijadikan model Alfa X. “Karena kami percaya, ketika kami ingin masuk ke satu segmen, kami harus benar-benar mengerti kebutuhan mereka. Kami tidak ingin menebak-nebak,” katanya. Memang, inovasi bisa muncul tidak hanya dari top-down, tetapi juga bottom-up. Pasalnya, orang lapangan yang lebih mengerti permasalahan. Ide-ide dan inovasi itu cukup banyak diberikan oleh karyawan, mulai dari memberikan solusi permasalahan di toko hingga gudang. Hans percaya bahwa inovasi harus dijalankan secara dua arah, top-down dan bottom-up. Keduanya harus berjalan secara berkesinambungan dan beriringan. “Inovasi merupakan bagian dari value Alfamart. Saya terus mendorong dan mengingatkan mereka. Yang terpenting adalah mendorong mereka untuk memberikan inovasi,” ungkapnya. Dorongan tersebut antara lain dengan menghargai inovasi dan ide yang diberikan karyawan, terbuka dengan ide-ide yang masuk, serta melibatkan ekosistem perusahaan untuk membantu tim mewujudkan proyek yang sedang dirancang. “Peran pimpinan bukan hanya memberikan bujet untuk pengembangan, tetapi juga mendorong ekosistem terkait untuk bergerak mendukung proyek yang akan diluncurkan tersebut,” kata peraih gelar master dari IPMI Business School dan Monash University Australia ini. Diakuinya, Alfamart tidak memiliki tim khusus R&D, karena semua karyawan yang saat ini berjumlah 125 ribu lebih orang ini memiliki peran dalam melakukan inovasi. “Kami tidak menugaskan tim atau orang tertentu untuk melakukan inovasi. Semua divisi dan bagian memiliki peran untuk mengusulkan perbaikan dan ide-ide,” Hans menandaskan. Menurutnya, ada dua proses inovasi. Pertama, karyawan memiliki ide dan kemudian di-share kepada atasannya. Kemudian, ide tersebut ditampung. Jika bisa diputuskan di level manajer, akan diputuskan langsung. Namun, jika membutuhkan investasi lebih besar dan persetujuan yang lebih tinggi, akan diputuskan oleh level direktur. Dan, jika ide itu sangat strategis, akan dibawa ke board meeting. Kedua, melalui program Innovation Award. Karyawan membuat proposal ide dan kemudian dipresentasikan. Beberapa tahun lalu malah pihaknya mengaplikasikan ide itu terlebih dahulu, baru kemudian memutuskan pemenangnya. Program Innovation Award ini diselenggarakan setiap tahun sejak 2012. Sekarang, namanya berganti menjadi Innofest. Di acara tersebut, karyawan boleh mengusulkan ide atau proyek yang bisa menumbuhkan bisnis atau menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Tercatat selama 2016-2021 ada inovasi yang dilahirkan. Dari sana, ide-ide tersebut disaring dan diaplikasikan ke perusahaan. Selama 5-6 tahun terakhir, kurang-lebih 400 inovasi dilahirkan setiap tahun dalam program ini. Namun, di luar award atau festival tersebut, menuurt Hans, banyak sekali inovasi yang diakukan pihaknya. Dalam menyeleksi ide yang masuk dan menentukan skala prioritas, pertimbangan pertamanya adalah ide tersebut harus relevan dan merupakan solusi. Kedua, pertimbangan ekonomis. Ketiga, seberapa besar imbas ide tersebut kepada bisnis. Keempat, apakah bisa direplikasi di tempat lain. “Terkait anggaran, kami tidak memiliki anggaran khusus terkait R&D, tetapi ketika ada inovasi yang akan di-roll out, akan kami budget-kan,” kata Hans. Kemudian, inovasi apa saja yang akan dilakukan Alfamart ke depan? Alfamart saat ini bekerjasama dengan Grup WIR untuk mengembangkan metaverse. Namun, sebelumnya, pihaknya sudah mengembangkan toko virtual Alfamind. Saat ini, sudah ada 16 ribu orang yang memiliki toko virtual di Alfamind. Visinya adalah ingin dimiliki masyarakat luas. Pada saat pembangunan teknologi ini, pihaknya berpikir bagaimana agar orang memiliki toko tanpa modal. Alfamart bekerjasama dengan Grup WIR untuk membangun VR/AR capability-nya. Dengan demikian, ketika pengunjung masuk ke sana, mereka seolah-olah sedang masuk ke toko. Di sana, Alfamart tidak hanya menjual grocery, tetapi juga peralatan dapur. Selain itu, Alfamart pun mengembangkan digital avatar untuk diletakkan di toko-tokonya. Nantinya, orang-orang bisa menggunakan screen untuk melakukan aktivitas dan engagement. “Karena kami sudah memiliki Alfamind, ide untuk mengembangkan metaverse itu tinggal diekspansikan saja,” ujarnya. * Dede Suryadi dan Anastasia ASMaksimumtransfer = Rp5.000.000 per transaksi. Biaya admin untuk kirim uang di bawah 1 juta = Rp15.000 per transaksi. Biaya admin untuk kirim uang di atas 1 juta = Rp25.000 per transaksi. Kode MTCN adalah kode berupa 10 digit nomor untuk diberikan ke penerima, lalu penerima menyampaikan ke kasir Alfamart / Indomaret supaya bisa mencairkan uangnya.
Face ScrubSt. Ives Fresh Skin Apricot ScrubSt Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange Face ScrubSt Ives Energizing Coconut & Coffee Face ScrubSt Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & MaskBody WashSt Ives Smooth & Glow Exfoliating Apricot Body WashSt Ives Soothing Oatmeal & Shea Butter Body WashSt Ives Softening Coconut & Orchid Body WashSt Ives Purifying Sea Salt & Pacific Kelp Body WashBody LotionSt Ives Softening Coconut & Orchid Body LotionSt Ives Hydrating Vitamin E & Avocado Body LotionSt Ives Soothing Oatmeal & Shea Butter Body LotionKesimpulan Bosen dengan produk perawatan wajah dan badan yang itu-itu aja, ingin mendapatkan perawatan wajah dan badan dengan bahan alami? Brand asal negeri Paman Sam tersebut yang dipanggil dengan St Ives, memiliki banyak rangkaian produk perlindungan bagi anda dengan bahan yang diambil dari alam dan kaya akan nutrisi. Selain itu, bahan yang digunakan mampu membersihkan kulit yang mati pada wajah atau badan secara instan. Semua produk St. Ives menggunakan bahan-bahan alami dari alam, penasaran bahan apa saja yang digunakan St. Ives? Anda bisa melihatnya dibawah ini. Apricots Buah Aprikot yang memiliki nama lain Plum Armenia. Aprikot memiliki manfaar untuk melawan radikal bebas. Karena paparan radikal bebas dapat membuat kulit menjadi cepat kusam dan bisa membuat penuaan dini. Jika anda lebih banyak beraktivitas diluar ruangan, kebutuhan akan antioksidan sangat penting agar terhindar dari kerusakan kulit yang disebabkan oleh polusi. Karena manfaat apricots yang besar membuat St Ives memasukkannya kedalam list untuk dibuat sebuah ekstrak guna produk kecantikan mereka. Buah tersebut dipanen dari petani yang berada di California dan Afrikan Utara, buah apricots yang diambil adalah produksi terbaik. Walnut Walnut termasuk jenis kacang-kacangan dengan peringkat yang tertinggi dikelasnya. Telah dilakukan penelitian bahwa Walnut memiliki tingkat antioksidan 2 kali lipat jika dibandingkan dengan kacang lainnya seperti Alomd, Pecan, Kacang Tanah dan lainnya. Tetapi tidak banyak yang mengkonsumsi buah yang kaya akan antioksidan tersebut. Antioksidan pada Walnut memiliki sifat lima belas kali lebih besar dari pada yang ditawarkan oleh Vitamin E. Kandungan Omega-3 pada buah tersebut dapat menguatkan membran sel, dan dapat mengunci kelembaban, dan nutrisi yang dibawa mampu membuat kulit jadi bercahaya. Oatmeal Mungkin kalau mendengar kata Oatmeal anda berfikir adalah sarapan pagi, kali ini kita tidak membahas Oatmeal untuk sarapan melainkan manfaat yang diberikan oleh Oatmeal untuk kecantikan. Oatmeal dibuat dari Gandum tersebut, gandum dapat memberikan efek menyejukkan pada kulit. St. Ives mengambil gandum dari Amerika yang digiling menjadi bubuk, setelah itu menyaring dan mengambil ekstraknya yang digunakan sebagai produk scrub, lotion, dan bodywash. Coconuts Kelapa memiliki banyak manfaat untuk kecantikan salah satunya dapat melembabkan dan mengangkat sel kulit yang mati. St. Ives mengambil kelapa dari Karibia, Afrikan dan Sri Lanka. Ekstrak susu santan dibuat menjad produk body lotion yang dapat melembabkan, kulitnya diolah dan menggunakannya dalam scrub yang dibuat untuk mengangkat sel kulit mati. Santan kelapa ini benar-benar istimewa, karena menggunakan kelapa dari karibia yang tinggi. Buah kelapa tersebut dibelah dan diambil santannya untuk diekstrak. Hanya bahan alami berkualitas tinggi saja yang digunakan oleh St. Ives untuk semua produknya, sehingga memberikan rasa aman untuk semua penggunanya. Nah, diatas sudah kami jelaskan beberapa bahan alami yang digunakan St. Ives untuk produknya. Bahan alami lebih baik untuk diaplikasikan ke kulit karena tingkat resiko yang rendah. Kami akan memberikan informasi kepada anda beberapa macam produk St. Ives beserta harga dan manfaatnya untuk anda. Face Scrub Scrub bukan saja berfungsi untuk mengangkat dan membersihkan kotoran yang berada di badan, tetapi scrub sangat bermanfaat juga untuk wajah. Scrub untuk wajah dibuat lebih lembut dikarenakan kulit wajah lebih halus ketimbang kulit di badan. Untuk anda pemilik kulit normal, kering, dan berminyak dapat menggunakan facial scrub seminggu sekali agar kotoran yang bersarang di wajah akan diangkat. Penggunaan secara teratur akan membuat kulit menjadi lebih sehat serta bercahaya, dan kulit juga akan menjadi lebih kencang. Nah, St Ives memiliki rangkaian produk facial scrub yag menggunakan 100% bahan-bahan alami. Mau tau manfaat dari beberapa produk St. Ives yang tersedia? Dibawah ini kami akan membagikannya kepada anda. St. Ives Fresh Skin Apricot Scrub Produk St Ives tersebut menggunakan ekstrak dari buah Aprikot dan didukung juga dengan kulit kenari yang dibuat sebagai 100% eksfolian alami dan mampu mengangkat kotoran secara mendalam yang akan membuat kulit anda menjadi lebih halus serta lembut. St Ives Fresh Skin Apricot Scrub dibuat dengan bahan alami dan telah diuji secara dermatologis. Untuk anda yang tidak suka dengan bahan kandungan paraben, produk ini bebas terhadap kandungan tersebut. Variant Harga 170 Gram Rp. St Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange Face Scrub Face scrub didukung dengan Pink Lemon dan Jeruk Mandari, aroma citrus yang ditawarkan memberikan kesegaran setelah menggunakannya. Produk face scrun St Ives ini mampu menghaluskan kulit yang kasar dan merawat warna kulit agar menjadi lebih bercahaya. Tidak terdapat kandungan Paraben sehingga aman untuk digunakan bagi anda yang memiliki kulit sensitif. Variant Harga 170 Gram Rp. St Ives Energizing Coconut & Coffee Face Scrub St Ives selalu berinovasi untuk menghadirkan produk yang menggunakan bahan 100% alami yang diambil dari tempat khusus. Seperti face scrub ini menggunakan coconut dan Coffee sebagai produk untuk membersihkan wajah anda. Kedua bahan tersebut dipercaya bermanfaat untuk mengangkat kulit mati secara mendalam. Energizing Coconut & Coffee Face Scrub sudah diuji secara dermatologi dan bebas paraben. Variant Harga 170 Gram Rp. St Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask Bubuk kulit kenari yang terdapat pada face scrub secara alami akan mengangkat sel kulit mati yang menyebabkan wajah kusam. Selain itu, kandungan Oatmeal dan Madu mampu menyejukan wajah. Face scrun ini dapat digunakan juga sebagai masker wajah, sehingga anda bisa mendapatkan 2 manfaat dalam 1 produk. Variant Harga 170 Gram Rp. Body Wash Ingin mendapatkan sensasi mandi yang luar biasa? St Ives memiliki produk sabun cair yang dapat membersihkan kulit anda dan mampu memberikan kesehatan kulit secara alami. Terdapat beberapa kandungan bahan alami yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh anda. St Ives Smooth & Glow Exfoliating Apricot Body Wash Ekstrak buah Apricot diambil dari California atau Afrika Utara, kedua tempat tersebut memiliki buah Apricot terbaik. Ekstrak aroma dan minyak dari biji Apricot sangat dibutuhkan untuk memproduksi body wash. Sabun mandi tersebut dapat mengangkat sel kulit mati, anda akan mendapatkan hasil kulit yang bercahaya halus serta mulus. Variant Harga 400 Gram Rp. St Ives Soothing Oatmeal & Shea Butter Body Wash Kandungan 100% bahan alami membuat mandi anda menjadi lebih menyenangkan, sabun mandi cair tersebut dapat membersihkan kulit dengan busa yang berlimpah serta menutrisi kulit dengan dukungan Oatmeal dan Shea Butter. Kandungan shea butter akan menjadikan kulit mu lebih halus dan lembut. Produk dari St Ives telah diuji secara dermatologis dan tidak menggunakan paraben. Variant Harga 400 Gram Rp. St Ives Softening Coconut & Orchid Body Wash Mungkin produk body wash yang menggunakan ekstrak Anggrek belum banyak didapatkan dipasaran. Tetapi, St Ives memiliki produk dengan kandungan anggrek tersebut. Selain itu, ekstrak Anggrek dikombinasikan dengan santan kelapa yang diambil dari Karibia. St Ives Softening Coconut & Orchid Body Wash bermanfaat untuk menyegarkan kulit dan memberikan aroma yang menyegarkan seperti sedang liburan dipulau eksotis. Variant Harga 400 Gram Rp. St Ives Purifying Sea Salt & Pacific Kelp Body Wash Body wash ini terinspirasi dari riangnya pantai, terdapat kandungan ekstrak garam laut yang dapat mengekfoliasi kulit dan membuatnya menjadi lembut. Bahan-bahan alami yang terkandung pada sabun mandi cair ini mampu menyehatkan kulit dan membuatnya segar. Tidak terkandunga bahan-bahan yang tidak baik untuk anda yang memiliki alergi terhadap paraben, sudah diuji secara dermatologis dan cocok untuk kulit sensitif. Variant Harga 400 Gram Rp. Body Lotion Dari semua produk skincare yang tidak pernah absen dimeja rias wanita adalah body lotion. Lotion sangat bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit, penggunaan lotion setelah mandi akan memberikan kelembaban pada kulit anda. Mayoritas lotion memiliki aroma yang dibuat sangat lembut sehingga menenangkan saar terhirup. Tetapi tidak semua body lotion menggunakan bahan alami, tetapi St Ives menggunakan bahan alami untuk setiap produk lotionnya. St Ives Softening Coconut & Orchid Body Lotion Mandi menjadi hal yang sangat menyenangkan, anda bisa menghilangkan rasa stress saat mandi. Body lotion ini menggunakan ekstrak anggrek dan santan kelapa yang mampu memberikan rasa selembut sutra dan beraroma. Dapatkan sensasi yang lebih menyenangkan saat setelah mandi, gunakan body lotion tersebut setiap hari untuk memanjakan serta merawat kulit. Tidak menggunakan paraben dan sudah diuju secara dermatologis. Variant Harga 621 ml Rp. St Ives Hydrating Vitamin E & Avocado Body Lotion Avocado adalah hasil alam yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit, karena kaya akan manfaat membuat St Ives menghadirkan varian body lotion dengan kandungan Avocado. Dengan penggunaan yang teratur St Ives Hydrating Vitamin E & Avocado Body Lotion, membuat kulit anda menjadi cerah dan lembut seperti sutra. Selain itu, bahan yang terkandung dapat melembabkan kulit dan St Ives tidak menggunakan paraben. Variant Harga 621 ml Rp. St Ives Soothing Oatmeal & Shea Butter Body Lotion Apakah anda sedang merasa kulit anda kering? Tidak perlu khawatir, anda dapat menggunakan body lotion tersebut dengan kandungan gandum dan shea butter. Pemakaian yang teratur akan membuat kulit anda menjadi lembar dan kulit akan tampak cerah. Soothing Oatmeal & Shea Butter Body Lotion cocok untuk anda dengan jenis kulit sensitif dan telah diuji secara dermatologis. Variant Harga 621 ml Rp. Kesimpulan St Ives adalah brand dengan produk berbahan alami dan bahan baku diambil dari berbagai tempat dengan kualitas bahan yang terbaik. Semua produk tersebut cocok untuk semua jenis kulit, tetapi jika anda memiliki alergi pada bahan-bahan tertentu ada baiknya untuk tidak menggunakannya. Harga bisa saja berbeda untuk setiap daerah dan toko yang menjual, semua tergantung kebijakan masing-masing toko.
Banyakyang bertanya mengenai persyaratan melamar kerja di alfamart dan Alfamidi terbaru. Padahal melamar di perusahaan ini sobat kosngosan cukup mempersiapkan beberapa dokumen lamaran kerja yang umum disertakan, seperti Photo Copy ijasah, SKHUN, SKCK, KTP, Daftar riwayat hidup, Kartu kuning, Pas Photo warna 4x6, Transkrip nilai dan juga